Membuat Teks Cerita Sejarah

NAMA :RAISAL NAZMI KAMIL
KELAS :XII MIPA 09
NO ABSEN :30

KEGIGIHAN SI ANAK SINGKONG


             Masa mudaku tidaklah bergelimang harta dan kecukupan. Ayahku hanya seorang jurnalis dari koran yang terbilang kecil. Bahkan, memasuki periode Orde Baru, perusahaan tempat ayahku bekerja tersebut ditutup karena dianggap bertentangan dengan pemerintahan.Jatuhnya keadaan ekonomi keluargaku memaksaku  untuk menjual rumah keluargaku dan tinggal dalam sebuah losmen kecil yang sangat sempit bila dihuni keseluruhan anggota keluargaku.Dari sinilah aku disebut – sebut sebagai Si Anak Singkong karena memiliki latar belakang keluarga yang sangat biasa – biasa saja.
“Mau jadi apa kamu? Kamu hanyalah anak dari keluarga bangkrut dan hanya memakan singkong untuk makan sehari hari” Ucap teman yang selalu meremehkanku ketika aku masih sekolah
Banyak ucapan tak mengenakkan yang disampaikan oleh temanku kepada diriku ketika aku masih sekolah. Bahkan aku masih mengingat ketika aku membawa bekal singkong dari ibuku karena ibuku tidak mempunyai cukup uang untuk memberiku uang jajan.

“Woy, chairul ga ke kantin? Yaelaah hari gini masih bawa bekel. Bekel singkong lagi hahaha dasar anak singkong!”

Aku sangat sakit hati mendengar ucapan itu
Tetapi aku selalu tegar, karena aku memiliki prinsip "Saya berprinsip, saya harus bekerja lebih banyak dari orang lain," 
Aku selalu berusaha semaksimal mungkin dalam hal apapun entah itu ketika sekolah, perkuliahan, dan lain lain. Dan berkat kegigihanku di masa lampau, aku bisa menikmal hasilnya saat ini

Kini aku adalah salah satu pengusaha sukses yang memimpin CT Crop dan namanya sudah dikenal luas oleh masyarakat.Namun Dibalik kesuksesanku terdapat kisah yang sangat menarik. Siapa sangka bahwa diriku yang  lahir dari keluarga yang mengalami kebangkrutan dan karena kerja kerasnya menghasilkan ujung yang sangat manis. Aku  dilahirkan pada tanggal 16 juni 1962 di Jakarta. aku hidup dengan kondisi perekonomian yang kekurangan terlebih lagi saat pemerintahan orde baru menutup  koran tempat ayahnya bekerja. Kondisi tersebut membuat keluargaku  menjual rumah untuk biaya hidup. Meskipun begitu semangat belajarku tidak pernah padam karena ia tahu bahwa hanya pendidikanlah yang bisa membantunya keluar dari himpitan ekonomi.



Jejak pendidikanku  dimulai dari sekolah di SD Van Lith Jakarta, SMP Van Lith, dan kemudian bersekolah di SMA Negeri 1 Jakarta. Kemudian aku diterima kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia dan menyelesaikannya pada tahun 1987 dan meneruskan kuliahnya di program magister Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen tahun 1993.

Ketika aku kuliah di kedokteran Gigi Universitas Indonesia, aku selalu berpikir apakah aku akan melanjutkan karirku sebagai dokter gigi? Atau menjadi pebisnis saja

Tetapi aku berfikir untuk kuliah S1 saja aku tidak mempunyai cukup uang untuk membiayai kuliahku, apalagi untuk mengambil spesialis kedokteran gigi S2 yang biayanya lebih mahal

“Ya sudahlah, Rezeki tidak akan kemana, aku akan menlanjutkan bisnisku dahulu yang sudah kurintis sejak kuliah”
 Pada saat kuliah  aku terjun di dunia bisnis untuk membiayai kuliahku. Mulai dari berjualan buku kuliah stensil,mendirikan jasa fotokopi di kampus serta berjualan kaos. aku juga sempat mendirikan toko yang menyediakan peralatan kedokteran serta laboratorium di kawasan senen, Jakarta Pusat meskipun usaha ini akhirnya mengalami kebangkrutan. aku juga berprestasi di bangku kuliah dan pada tahun 1984-1985 aku terpilih sebagai mahasiswa teladan tingkat nasional. Usai tamat dari pendidikan, aku fokus dalam dunia bisnis. Pertama, aku membuka usaha bisnis ekspor sepatu anak pada tahun 1987 dengan nama usaha PT Pariarti Shindutama bersama tiga orang temanku. Modal yang digunakan sebesar 150 juta yang diperoleh melalui hasil pinjam dari bank Exim, aku mendapatkan pesanan sepatu dari Italia sebanyak 160 ribu pasang sepatu. Namun, karena adanya perbedaan visi dan misi aku kemudian memilih keluar dari PT Pariarti Shindutama. aku kemudian mencoba membangun usaha sendiri dengan nama Para Group di tahun 1987.
Para Group merupakan perusahaan konglomerasi cikal bakal dari CT Corp yang langsung dibawah kepemimpinanku. Di bawah Para Group, aku memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial, antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah, dan Mega Finance. Sementara di bidang properti dan investasi, perusahaan tersebut membawahi Para Bandung Propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, dan Mega Indah Propertindo. Di bidang penyiaran dan multimedia, Para Group memiliki Trans TV, Trans7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, Trans Tobacco (Nojorono}, dan Trans Studio. Khusus di bisnis properti, Para Group memiliki Bandung Supermall. Mal seluas 3 hektar ini menghabiskan dana Rp 99 miliar. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada 1999.

Aku sempat berfikir untuk membuat usaha di bidang lain, aku tidak ingin berdiam di zona nyaman, sehingga aku membuat ide untuk melakukan usaha di bidang investasi

Sementara di bidang investasi, pada awal 2010 Para Group melalui anak perusahaannya, Trans Corp membeli sebagian besar saham Carefour Indonesia, yakni sejumlah 40 persen. MoU (memorandum of understanding) pembelian saham Carrefour ini ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2010 di Prancis. Tahun 2014, aku memiliki kekayaan sebesar USD 4 miliar dan termasuk orang terkaya nomor 375 dunia. Pada tanggal 1 Desember 2011, aku meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT Corp. CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam. Pada tahun 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk dirinya sebagai Menko Perekonomian. Ia juga merupakan guru besar di Universitas Airlangga. Selain itu aku juga aktif di bidang olahraga sebagai ketua umum PBSI dan juga aktif di kegiatan sosial kemasyarakatan.

Sebelum terjun kedunia bisnis, aku sudah memiliki semangat yang tinggi dalam hal pendidikan, karena baginya pendidikan bisa membantu keluar dari himpitan ekonomi. Ia memiliki motivasi yang besar dalam menjalankan bisnisnya antara lain, untuk menjadi seorang pengusaha tak hanya harus pandai dalam bekerja keras melainkan juga harus bisa meramalkan masa depan. Seorang pengusaha harus pantang menyerah dan mempunyai target yang jelas meskipun sedang dalam kondisi yang sulit. Seorang pengusaha juga harus berani mengambil risiko dan berteman dengan kegagalan. Pasalnya, dengan seringnya bertemu kegagalan maka akan tahu cara mengusir kegagalan itu. Seorang pengusaha juga harus selalu mencoba hal baru sampai menemukan titik ideal.
Jika sudah ideal bisa di adopsi dan di replikasi ke tempat lain.

Chairman CT Corp ku meresmikan Transmart Malang pada 22 Februari 2019 dan merupakan gerai yang ke 127 di seluruh Indonesia. Jika sebelumnya Transmart di kenal sebagai pelopor pusat perbelanjaan yang memadukan konsep 4 in 1 yaitu meliputi berbelanja, bersantap, bermain dan menonton dalam satu area. Kini konsep itu akan di sempurnakan menjadi 5 in 1 yaitu berbelanja, bersantap, bermain, menonton dan menginap. Konsep 5 in 1 salah satu ide untuk melengkapi kebutuhan dasar manusia yang meliputi sandang, papan, pangan dan rekreasi.  Untuk membesarkan Transmart aku turun langsung mengonsep sebuah tempat yang memadukan layanan kebutuhan dasar manusia, sehingga di awal-awal berdirinya Transmart seringkali harus di ujicoba letak tenant berdasarkan lantai gedungnya. Transmart di Malang salah satu posisi ideal, yang posisinya sama dengan gerai-gerai lainnya.

Dalam mengelola Bank saat itu hampir kolaps dengan memberikan pinjaman sekitar 1,3 triliun. Dari peristiwa tersebut, Aku dan Soedono Salim kemudian akrab dan bekerja sama dalam mengelola beberapa proyek di Batam dan di Singapura.aku juga bermitra dengan Sinar Mas Group milik Eka Tjipta Widjaja di sektor asuransi. aku bahkan membeli saham mayoritas Astra yang saat itu hanya berharga 175 rupiah per lembarnya. Selain itu aku juga mengakuisisi saham mayoritas Carefour Indonesia senilai 40 persen. Melejitnya bisnisku melalui Para Group membuat ia masuk dalam daftar orang terkaya.

Aku pernah mengalami beberapa kegagalan dalam bisnisnya, salah satunya adalah kegagalan saat pertama kali menjalankan usaha di luar kampusnya. Saat itu Chairul Tanjung menjual alat kedokteran gigi dengan mengusung nama CV Abadi Medical & Dental Supply. Catatan keuangan perusahaannya menunjukkan jauh lebih besar pasak dari pada tiang hingga akhirnya toko itu pun ditutup. Dalam menekuni bisnisnya, Chairul Tanjung juga dihadapkan pada krisis 1998 dimana saat itu banyak pengusaha memindahkan investasi mereka ke singapura sementara Chairul Tanjung tetap bertahan dengan mengelola Bank Mega dengan maksimal. Terbukti ketika Bank tersebut mampu memberikan pinjaman ke bank lain ditengah lesunya ekonomi Indonesia
Aku pertama kali mendirikan Trans TV dengan nama perusahaan PT. Televisi Transformasi Indonesia. Untuk mendirikan saluran media yang nantinya akan menjadi salah satu channel televisi tersukses ini, aku harus meminjam uang sebesar Rp100 miliar-an kepada bank karena dana yang ia miliki saat itu hanya Rp50 miliar saja. Ternyata kesulitan yang diterima aku dalam membangun Trans TV tidak hanya sampai disitu. Estimasi biaya yang dia buat sebelumnya ternyata tidak cukup. Belum lagi ia sudah mempekerjakan 250 karyawan di tahun 2000. Biaya yang dibutuhkan oleh Trans TV untuk saat itu mencapai 400 miliar Rupiah. Karena hal tersebut, aku terpaksa kembali mengajukan pinjaman kepada bank. Stasiun televisi miliknya itu pertama kali melakukan siaran uji coba pada tahun 2001 tepatnya pada bulan Desember. Siaran uji coba tersebut hanya berlangsung selama 12 jam saja. Kemudian, waktu siaran dari Trans TV pun bertambah menjadi sekitar 20 jam. aku sendiri merasakan betapa berat dan memakan biayanya menggeluti dunia bisnis ini. Pinjaman yang diajukannya sebesar 300 miliar Rupiah, habis hanya dalam sebulan saja. Pada masa awal Trans TV mengudara, setiap bulannya aku harus merugi rata – rata 30 miliar Rupiah.

Sebagai pengusaha aku tidak hanya membidik satu bisnis saja, ia mengarahkan bisnisnya ke Konglomerasi atau bisa dibilang menyatukan beberapa bisnis menjadi satu kesatuan yang utuh. Dengan cara seperti itu aku mereposisikan dirinya pada tiga bisnis inti yaitu : Keuangan, Properti, dan Multimedia. Dalam berbisnis ada beberapa hal yang perlu untuk di perhatikan antara lain pentingnya membangun jaringan. Jaringan sangatlah penting dalam dunia bisnis. Membangun jaringan bisnis ini meliputi pada rekan atau partner kerja dalam berbisnis. Selain itu, ketika membangun relasi dengan perusahaan, jangan hanya pada perusahaan yang sudah ternama saja, melainkan dengan perusahaan yang masih belum terkenal juga. Baginya sebuah pertemanan yang baik dapat membantu proses perkembangan bisnis yang kita bangun. Dalam dunia investasi, aku tidak hanya membidik multinasional saja, perusahaan lokal pun bisa menjadi perusahaan yang bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Kerjasama dengan perusahaan multinasional merupakan salah satu usaha perusahaan nasional untuk bisa berdiri sendiri dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Dalam membangun dan mengembangkan bisnismodal menjadi hal yang penting. Namun selain modal, dalam bisnis kita juga perlu adanya kemauan dan kerja keras. Baginya kerja keras adalah hal pokok yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin sukses. Selain itu, mendapatkan mitra kerja yang handal juga hal yang perlu diperhatikan pula. Dimana membangun kepercayaan adalah hal yang sangat penting juga karena sama saja dengan kita membangun integritas. Maka di sinilah pentingnya membangun relasi dalam menjalankan bisnis.

Komunikasi dalam dunia bisnis haruslah berubah menjadi lebih interaktif dan dua arah, terutama dalam menjalani bisnis yang berhubungan langsung dengan konsumen. Beriklan tidaklah cukup untuk menginformasikan atau meningkatkan kesadaran khalayak pada produk ataupun perusahaan konsumen adalah salah satu humas terbaik bagi pebisnis karena mereka serta merta berbagi pengalamannya kepada sekitarnya. Oleh karena itu yang bisa kita lakukan adalah mengakomodir atau memastikan kepuasan mereka terhadap produk ataupun layanan perusahaan kita. CT Corp akan melayani sesuai permintaan yang sedang melanda atau ramairamainya iminati banyak konsumen. Apalagi dengan perusahaan yang di bidang hiburan, setiap konsumen akan merasa jenuh bila hiburan yang ditanyangkan dengan acara-acara yang monoton tanpa ada perubahan yang sesuai dengan perkembangan acara lainnya. Sedangkan misi yang harus akan dijalani CT Corp adalah dengan terus berinovasi agar semua yang dijalankan akan terus berkembang, melalui penawaran produk, cara pelayanan dan menjalin hubungan bisnis yang stategis untuk para pemasok, investor dan mitra kerjanya. Selain itu juga CT Corp memiliki langkah yang diharapkan bisa memberikan kesempatan bekerja dan lingkungan kerja yang terbaik pula.
Aku kemudian mendirikan perusahaann sendiri yang bergerak dibidang media yaitu mendirikan Trans TV. aku sangat pandai dalam membangun jaringan . Perusahaannya ini semakin maju dan akhirnya berhasil membuat suatu konglomerasi yang kemudian diberi nama Para Group. Para Group sendiri kemudian membagi tiga ladang usahanya yaitu dibidang keuangan, properti, multimedia.
Di bidang keuangan berkembang menjadi perusahaan  :
Bank Mega Tbk, Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multifinance, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah, Mega Finance
Dibidang Investasi, Para Group juga mengakuisi si Carefour Indonesia dimana awalnya hanya memegang 40% saham namun kini Para Group memegang 100% saham Carefour. Kemudian Para Group juga membeli saham Garuda Indonesia tapi entah berapa persen. Di bidang properti, Para Group memiliki perusahaan seperti :
Para Bandung Propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, Mega Indah Propertindo, Bandung Supermall
Di bidang multimedia, Para Group membawahi anak perusahaan seperti :
Trans TV, Trans 7, Maha Gaya Perdana, Trans Fashion, Trans Life Style, Trans Studio


Kegigihanku semua ini berbuah manis, kini mayoritas orang di Indonesia mengenal diriku, aku  berterima kasih kepada ornag orang yang pernah meremehkanku itu sehingga memacuku untuk bekerja lebih giat lagi dan sampailah diriku yang sekarang ini.




Komentar

  1. Alur cerita novelnya sangat menarik sekali untuk dibaca dan sangat menginspirasi sekali bagi kita selaku anak muda, kaidah kebahasaan nya pun sudah memenuhi syarat pembuatan teks novel sejarah, nice sal👍🔥

    BalasHapus
  2. Teks nya sangat bagus dan juga menarik dibaca karena jalan ceritanya seru. Dan juga banyak pelajaran yang dapat kita ambil. 👍👍👍

    BalasHapus
  3. Menurut saya ceritanya seru, sangat memotivasi dan menarik. Bahasa yang digunakan termasuk bahasa yang ringan sehingga mudah dimengerti. Namun, masih terdapat beberapa kesalahan dalam penulisan dan penyusunan kata. Selain itu, akhir cerita terkesan agak terlalu cepat tapi keseluruhan alur sudah bagus dan tidak berbelit, semangat berkarya! 👍🏻

    BalasHapus
  4. Menarik ceritanya jadi suka, strukturnya juga udah memenuhi kriteria👍🏻
    🔥

    BalasHapus
  5. Mantap sal,penulisannya sudah rapih dsn struktur ceritanya sudah bagus 👍

    BalasHapus
  6. Pembawaan ceritanya menarik, sesuai dengan kaidah kebahasaan, dan tampilan teksnya rapi 😎

    BalasHapus
  7. Mantap raisal sudah sesuai struktur

    BalasHapus
  8. Teksnya rapih dan sesuai struktur,, ngajoak pokona mh

    BalasHapus
  9. Teks sejarah nya sangat bagus dan tepat sesuai aturan, cerita yang disajikan sangat menarik, good job!!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyusun Surat Lamaran Pekerjaan

Kerangka Novel Raisal N. Kamil